bla.. bla.. blast!

Ask me anything   Submit   Musik   Review   Curhat Yuks   The Site To Go   Takok O, Rek!   Cerpen Cupen   

seorang pasif introvert yang tidak menarik. Selamat datang.

Tulus: Jabat Tanganku Panggil Aku Gajah.

Yak! Bberapa waktu lalu Tulus telah merilis album keduanya lewat label dan distributor Demajors. Album bertajuk Gajah ini berisi 9 track, termasuk didalamnya single Sepatu yang sudah lama dirilis terlebih dahulu. Kenapa namanya Gajah? Soalnya, diliat dari press release nya, waktu kecil panggilan mas Tulus ini Gajah. Dan di album ini kita bisa tahu lebih dekat dengan mas Tulus. Tentang liburan, teman, sakit hati, jatuh cinta, hobi, dan lain lain sebagainya.

image

Track favorit dari album ini adalah Baru, Bumerang, Gajah dan Lagu Untuk Matahari.

Album ini dibuka dengan  Baru, lagu baru yang sebelum peluncuran album ini terlaksana, sudah dijadikan single awal dari Tulus. Lagu ini juga bisa jadi tanda awal sebelum masuk kedalam nuansa baru lagu lagunya. Iya, di album ini memang agak berbeda, ada senang, sedih , ceria dan tak melulu soal cinta. Sedikit berbeda dari album pertama yang dirilis tahun 2011 kemarin. Singkatnya, rasanya pas banget kalo lagu ini dijadikan lagu pembuka, ya inilah tulus yang baru, terimalah kejutan kejutan lagu lagu baru di track selanjutnya.

Kemudian disusul Bumerang, sebuah lagu sendu haru biru yang bisa lengsung bikin galau. Ceritanya tentang cinta. Seseorang yang benar benar jatuh cinta sama pasangannya, eh si dia malahan main main lagi sama nama nama yang lain, sama hati hati milik orang lain. ibaratnya dia malah lebih memilih merakit bumerang, yang nantinya bakal menyerang balik dia sendiri.

Belum hilang kesedihan dari Bumerang, disusul Sepatu yang tak kalah sedihnya. Tapi sebenarnya ini memang lagu tentang sepatu, kata tulus dalam situs tulus miliknya, lagu ini memang bercerita tentang sepasang sepatu, tidak lebih. Tapi kadang kita sering menyangkut paut kannya dengan kita dan perasaan kita. Udahlah rek, ini Cuma lagu tentang sepatu, gak usah terlalu dihayati gitu.

Selanjutnya, Bunga Tidur. Sebuah lagu tentang mimpi dan diri mas tulus yang sebenarnya. Lalu ada Tanggal Merah. Kalau udah tanggal merah, apa sih yang kalian lakuin? Kalau Tulus, dia lebih milih jalan jalan sendirian menyusuri jalan meskipun tanpa tujuan, toh gak bakal tersesat kok. Hilangkan semua beban, udahlah ini waktumu buat seneng seneng.

Abis tanggal merah ada Gajah, 

// waktu kecil dulu mereka menertawakan / mereka panggil ku gajah// kumarah/ kini baru kutau puji di dalam olokan/ mereka ingat ku marah/ jabat tangan ku panggil aku Gajah. //

Di lagu itu keliatan banget kalau sebenarnya dia kesel kalau dipanggil gajah, tapi itu dulu, waktu dia kecil. Wajar aja sih kalau dia marah, tapi sekarang dia sadar tuh kalau olokan itu bisa aja adalah doa dari teman temanya. Gajah kan termasuk binatang cerdas juga setia kawan, terus dia juga besar dan berani.  Hal terburuk itu bisa aja kan jadi yang terbaik.

Diteruskan dengan Lagu Untuk Matahari. Sebuah lagu ceria buat kita yang merasa memiliki celah dalam diri. Eh inget, mereka semua punya celah juga, punya kekurangan juga, gak usah minder lagi ya. Kuatkan langkah dan jiwa dan lakukan semua hal hal keren yang kamu suka. Ini hidupmu, bukan yang lain.

Dilanjut dengan Satu Hari di Bulan Juni. Judul ini mengingatkan saya pada antologi puisi Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni. Sama sama bulan Juni soalnya. Yang ini keliatan banget nuansa Jazz nya. Dengan choir wiuw wiuw  yang  asik yang bikin bibir gak berhenti berhenti ikut mengiringi Tulus bernyanyi.

Lagu pamungkas, alias lagu penutup, ada Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Kalau biasanya para pujangga bilang cintailah aku apa adanya, setulus cintaku padamu. Maka seorang Tulus pun tidak demikian. Tulus aja gak bilang gitu kok. Dia minta untuk jangan mencintai apa adanya, tuntut dong sesuatu biar cinta kita bisa jalan kedepan, biar gak terus mandeng ditengah jalan. Biar kita sama sama enak.

Dan tak terasa album penuh 9 track berdurasi 31 menit ini telah usai. Maka berakhir pula ulasan singkat saya tentang album Gajah ini. Jangan lupa, tetap dukung musisi favoritmu dengan membeli rilisan fisik atau original digital download. #SayaBeliFisik

— 1 month ago

#musik  #tulus  #gajah  #review 
#AlbumsOfTheMonth .. keterangan menyusul :) 

#AlbumsOfTheMonth .. keterangan menyusul :) 

— 1 month ago with 2 notes

#musik  #album of the month  #februari 
Gak tau kenapa suka banget sama gambar ini. Liat deh, tata letaknya, bentuk dan model barang-barangnya, classic banget kan? :D

Gak tau kenapa suka banget sama gambar ini. Liat deh, tata letaknya, bentuk dan model barang-barangnya, classic banget kan? :D

— 1 month ago

#iseng  #classic  #jadul  #keren 
Everyone Loves You When You’re Dead….. Because When You’re Dead, You’re No Longer Competition. - Neil Strauss

Everyone Loves You When You’re Dead….. Because When You’re Dead, You’re No Longer Competition. - Neil Strauss

— 2 months ago with 3 notes

#Neil Strauss  #quote 
9 Kisah Membius dalam 9 dari Nadira

9 dari Nadira adalah buku kumpulan cerpen kedua dari penulis sekaligus jurnalis majalah Tempo, Leila S. Chudori. Sejak terbitnya buku kumcer pertamanya, Malam Terakhir, Ia konsisten memilih kumpulan cerpen sebagai bentuk karyanya. Menurutnya, cerita pendek menyediakan ruang yang sempit untuk ledakan yang dahsyat, itulah mengapa ia lebih memilih bentuk cerpen ketimbang novel. Meski dinamai kumpulan cerpen, buku 9 dari Nadira ini memiliki benang merah yang sama dari part pertama hingga part terakhir. Kesemuanya berkisah tentang kisah hidup Nadira yang penuh dengan kerumitan masalah yang ia hadapi.

Buku ini berisikan 9 cerpen, dengan tokoh utama Nadira. Dalam kisah ini, Nadira digambarkan sebagai seorang perempuan tangguh yang banyak sekali mengalami masalah psikologis yang terus menerus mendera hidupnya. Misalnya di bagian pertama cerita, Mencari Seikat Seruni, kita sudah dikejutkan dengan kematian Kemala, ibunda Nadira. Ia tewas bunuh diri di rumahnya sendiri. Kita sungguh dibuat bertanya tanya, kenapa ia memilih bunuh diri? Apa yang terjadi? Begitulah kisah ini berjalan, selalu menimbulkan pertanyaan pertanyaan yang meronta meronta untuk segera dijawab dengan membaca lembar demi lembar halaman berikutnya. Tiba tiba perasaan saya terbawa  pada saat membaca Metamorfosis milik Franz Kafka.  Meskipun pengalaman membaca saya masih terbilang sedikit, namun ada persamaan perasaan yang muncul. Ketika di suatu pagi tiba tiba tubuh Gregor Samsa berubah menjadi sebuah kutu raksasa, lalu semua mimpi buruknya lambat laun menjadi mimpi buruk bagi keluarganya juga. Semua yang tiba tiba, dan semua konflik yang ditaruh di awal cerita akan menimbulkan sebuah kesan tersendiri, yang akan menyetir pembaca menuju ruang imajinasi yang lebih liar.

Dari 9 cerpen yang ada, salah satu cerita menarik dalam buku ini adalah Nina dan Nadira. Konflik antar anggota keluarga selalu membuat saya resah. Dan keresahan tersebut akan menimbulkan emosi emosi yang kuat, sampai sampai ingin hati ikut marah-marah saat membacanya. Untungnya emosi tersebut masih bisa di kontrol dengan baik. Nina dan Nadira adalah seorang kakak-adik, meskipun begitu sejak kecil Nadira selalu dimusuhi Yu Nina. Selalu ia merasa benci dengan adik perempuannya tersebut, meskipun ia tidak tahu pasti apa alasan yang membuatnya membenci Nadira. Saat mereka masih kecil, Yu Nina pernah mencelupkan kepala Nadira ke closet karena ia curiga kalau kalau Nadira mencuri, karena Nadira memiliki uang yang cukup banyak, padahal anak seumurannya tidak semestinya mempunyai uang sebanyak itu. Akhirnya Nadira sakit, dan rambut dikepalanya masih berbau pesing. Baunya tidak kunjung hilang. Baru baru Nina tahu bahwa uang yang Nadira pegang adalah honorarium dari hasil menulis cerita anak-anak.

Saat dewasa rasa benci Nina tak juga padam, maka ia memutuskan untuk hengkang dari rumah dan memilih tinggal di Amerika. Ia sungguh merasa tertekan, apalagi karena waktu itu ia sedang memiliki masalah dengan Gilang, suaminya, yang sejak dulu Nadira bilang bahwa ia adalah lelaki bajingan namun Nina tidak menggubrisnya. Psikiaternya menyarankan bahwa Nina harus bisa menemukan ”kunci” hatinya yang sudah lama ia buang supaya bisa berdamai dengan Nadira, supaya ia bisa memaafkan Nadira.  Namun ia tidak bisa mencarinya. Hingga datang suatu masa ketika Nadira mengunjunginya dan mereka berdua saling bercerita. Disaat itu Nadira mulai menyinggung soal Gilang. Tanpa disadari Nadira, Yu Nina tengah terisak-isak dan meneterkan air mata, lalu ia memeluk Nadira. Disaat itulah ’kunci’ itu ditemukan. Saat mereka berkumpul dan saling berbagi kisah, disaat itulah Nina mulai menghilangkan kebenciaannya terhadap Nadira. Dari situlah mereka berdamai.

Kehadiran kumpulan cerpen kedua ini memang cukup lama, terpaut 20 tahun sejak buku kumcer pertamanya diterbitkan. Dalam semacam kata pengantar, Leila mengatakan bahwa para penulis, para kreator, membutuhkan sebuah ”ruang”, tetapi para penulis perempuan membutuhkan ruang pribadi yang jauh lebih besar, lebih kukuh dan lebih pribadi untuk membuat sebuah karya yang jujur dan bercaya. Maka terbitlah buku ini, setelah sekian lama ia berhiatus.

Dari ke-9 cerita pendek didalamnya, 4 diantaranya sudah pernah dimuat di beberapa media, yaitu Melukis Langit di majalah Matra Maret 1991, Nina dan Nadira dalam majalah Matra Mei 1992, Mencari Seikat Seruni dalam majalah Horison April 2009, Tasbih dalam majalah Horison September 2009. Cetakan pertama Buku ini diterbitkan pada bulan Oktober 2009 dibawah penerbit Kepustakaan Populer Gramedia.

Dalam sebuah testimoni, Linda Christanty menyatakan ”Kekuatan cerita kumpulan ini terletak pada kerumitan psikologis dan masalah yang dihadapi tokoh-tokohnya. Ia bagai pusaran air, merenggut lalu menarik kita sampai ke dasar. Alur yang tak terduga, tapi terasa wajar.” saya sendiri tidak bisa menolak pernyataan itu, dan hanya bisa mengamininya.

— 2 months ago

#Laila S. Chudori  #9 dari Nadira  #review  #ketikan  #buku 

7 Lagu Elegi Korban PHP, Patah Hati Poll.

Patah hati memang tidak bisa dihindarkan ya nde, apalagi kalau sebelumnya kamu cuma dikasih harapan palsu. Duh… kasian. Beberapa hari ini iseng-iseng menyusun playlist yang isinya lagu lagu nyesek nan menyayat perasaan. Kalau dipikir-pikir, kayaknya lagu ini cocok buat kalian, duhai para korban patah hati poll. Here they are:

1. Sajama Cut1 - Alibi

// Alibi, do you know that I have been thinking / ’bout the means and the ways that you love him / and not me … and that’s fine //

Alibi, kamu tahu aku lagi mikir kenapa dia sekarang beda, kenapa dia lebih memilih yang lain daripada aku? Oh kenapa? —- karena kamu bukan pilihan, kamu cuma satu dan mungkin aku bukan jodohmu —-

Now you’re gone. Now you’re gone. Dia akan pergi dengan semua ketidakpastiannya dan hanya meninggalkan bekas luka perih di dada.

Let’s get lost again :( dan pesan dari lagu ini, Follow Your Truest Love, kids! Even we don’t know it, but at least we can feel it, don’t we?

 

2. The Triangle2 – How Could You?

// For all the very best day, how could you do this to me? // Kenapa kamu tega ngelakuin itu sama aku? Aku sakit, nde! Sakit banget. Aku bisa gilaaaaaaa :(  Untuk semua kebersamaan kita, untuk semua cerita-cerita random kita, untuk semua tempat-tempat makan yang kita utangin, untuk semua konser-konser yang kita ricuhin, kenapa kamu tega? :( look at me now, I’m fallin’ to pieces. I don’t know what to do now, I’m lost within this fire, as fire inside me.

 

3. The Triangle – One Sided-Affair

//Hey, I’m the victim of one-sided affair/ yes, , I’m the victim of one-sided affair//

Hey, aku adalah korban cinta satu sisi alias cinta bertepuk sebelah tangan. Aku suka kamu, aku sayang kamu tapi ternyata kamu gak  pernah ada rasa. So goodbye, and good night. May, you have a very good one.

Lagu ini sungguh sendu, udah suaranya Cill sayup-sayup kayak gitu ditambah backing vocalnya risa yang ngeri kayak gitu, duh.. nggerus maksimal.

 

4. Aurette And The Polska Seeking Carnival3 – Someday Sometime

//Some people haunted by love, that never want to be loved…. / just because you feel it as love, doesn’t mean it’s gonna be real love.//

Meskipun kamu merasa itu cinta, nde. Bukan berarti itu cinta sungguhan, mungkin aja cuma perasaan kamu. Mungkin aja dia cuma mau mainin kamu, mungkin aja kamu cuma diberi harapan palsu. Karena kita gak mungkin bisa terus bahagia, so someday, sometimes things turn bad and you will be upset, and you crying loud huuuuuu :(

 

5. Cherry Bombshell4 – Kecewa

//telah habis dinding hatiku. kau sayat sayat, kau gores gores, kau tancapkan rasa kecewa.//

Udahlah, aku udah kecewa sama dia. Aku udah gak mau lagi ketemu sama dia, muak. Gak usah lagi nyari-nyari aku, gak usah ngajak balikan aku. Tanpa kamu aku gak papa, aku masih bisa nyanyi nyanyi bahagia.

 

6. The Milo5 – Don’t Worry For Being Alone

Yang ini lagu post rock, terkadang emang bikin ngademin tapi kalau kamu lagi in bad mood, bisa aja bikin pikiran kamu liar dan punya hasrat ngambil piso, mau ngupas mangga soalnya. Don’t worry for being alone, if your heart can’t find anyone.  Gak usah takut, gak usah resah, there’s something you could find, even in the dark.

 

7. Frau6 – Glow

Funny, How you never shared your love to me?// —- yaa soalnya hatiku tidak berlisensi creative commons yang bisa di share, hiring, remix ke siapa aja. Maaf yaa —-

Mungkin ini hari terakhir, mungkin ini hari terakhir kita bisa bertemu, dan aku cuma mau dan harus bilang goodbye.

 

Sengaja mericuh track 5-6-7 biar hati kalian jadi tambah terombang-ambing :p

Oke, setelah berkontemplasi dengan lagu lagu itu, jangan terburu buru buat bunuh diri ya, lagian ini cuma lagu. Lagu yang nyiptain juga orang dan mereka juga punya perasaan kaya kalian. Siapa tahu lagu itu adalah hasil dari kegalauan mereka, makanya dibikin lagu. Jadi kalau lagi galau atau sedih, mending tuangin ke hal-hal positif, nde. Misalnya bikin puisi atau lirik lagu, cerpen, karikatur, atau hal hal kreatif lainnya. Gausah galau, Galau is so yesterday. Udah basi! Terkadang kita memang harus bisa menghadapi sesuatu, bisa menyelesaikannya tanpa over-panic jadi nilai plus. Seperti di lirik lagu Sometimesnya Tamankota, sometimes you must learn to face.

C’mon, show me your strength :)

 

Nb:

1. Sajama Cut adalah salah satu band milik Marcel Thee, yang kita tahu di tahun 2013 telah me-reissue album The Osaka Journal kedalam  format Vinyl pada label Elevation Record. Alibi  merupakan slah satu track di album tersebut.

2. The Triangle, kalau yang belum tahu, mereka ini adalah Cil, Fikri dan Riko (gitaris Mocca) mereka sudah merilis debut album selftitled di tahun 2012 kemarin.  Sengaja ambil 2 lagu karena memang ini album paling galau yang pernah saya dengarkan, it’s recommended for those who want to die young :p

3. AATPSC, Band ini udah bubar sih, baru baru aja. Udah menelurkan 1 album, and it’s  WOW! Katanya mereka bubar karena mau fokusin kuliah, tapi yaudah lah. Toh mereka sudah ikut berkontribusi meramaikan skena music  folk Indonesia dengan sangat menakjubkan.

4. cherry bombshell, mungkin yang menikmati skena musik pop tahun ’90an bakalan tahu siapa  itu cherry bombshel, band yang cukup lama berhiatus ini akhirnya merilis single  ’Kecewa’  di 2013 kemarin, tentu ini seperti memberikan tegukan air dingin kepada fans setia mereka yang haus akan karya cherry bombshell.

5.  The Milo, minuman? Anjingnya tintin? Nama kekasih imajinasimu? Bukan.. mereka ini adalah sebuauh band post rock asal bandung yang di vokali Ajie Gergajie. Lagu Dont Worry For Being Alone  sendiri diambil dari album Photograph.

6. Frau, adalah sebuah alter ego dari seorang Leilani Hermiasih. Dengan Oscar, keyboard kesayangannya, ia bisa membius pendengar dengan lagu-lagunya yang menawan. Lagu ini diambil dari album debutnya, Starlit Carausel, yang bisa di download gratis , termasuk album ke-2 nya Happy Coda, juga berlisensi Creative Commons yang bisa di download di laman Yes No Wave

  

Malang, 18/2/14

— 2 months ago with 2 notes

#musik  #cengeng  #ketikan  #iseng  #playlist 
Darryl Wezy dan Maze Of Fears-nya.

Saya punya sedikit saran untuk kalian yang sedang sendirian dan bosan. Cobalah membuka buka kembali koleksi buku2 atau musik2 yang dulu sering sekali kalian baca atau dengar. Rasakan sensasinya. Aaaaaah… gila, dan semua kebosanan itu akan segera hilang tergantikan oleh keriaan nostalgia.

Ini lah yang sedang saya lakukan. Mencoba membuka buka tumpukan CD dan akhirnya menemukan Maze Of Fears nya Darryl Wezy. Pas diputar rasanya Nyessss. Duh, nde ini kan lagu yang dulu aku suka banget, sampe nguber-nguber Cdnya sama mamat di Disctarra, Solo Square! Ah.. dari pada ngerandom dan ngericuh timeline orang, sekarang aku mau nulis reviewnya aja. Soalnya dari dulu paling males bikin Riview karya, pokoknya sekarang, semua yang saya anggap menarik akan saya tulis, akan saya kasih kesan, meskipun kesan saya tidak terlalu berkesan.

Nah! Udah pada tau Darryl Wezy belum? Dia adalah penyanyi asal jakarta, meskipun solo tapi musik di dalam albumya ini tetep dibantu sama bandnya dong. Oke, meskipun ia tak seHits Tulus, yang sama sama penyanyi solo, di tahun 2012 kemarin ia sudah menelurkan debut albumnya, Judulnya Maze Of Fears. Udah lumayan lama aku punya album dia, dan sekarang baru mau ngeriview  :p

Nama Maze Of Fears sendiri di ambil dari nama salah satu track yang ada di album ini. Satu hal yang membuat aku langsung suka dengan musik nya Darryl Wezy adalah, musiknya ngebeat dan asik, tidak melulu soal cinta dan asik ajalah pokoknya haha. Artwork & Desain album ini di bikin sama seniman dari jepang loh, namanya Mayumi Haryoto, dan album ini juga dirilis oleh label di Jepang sana. Gak kaget kalo mas DarWez ini juga udah punya fanbase di Jepang. Artworknya keren! Warna warni dan menurut saya, ini adalah salah satu artwork paling menarik dari sedikit koleksi CD yang saya miliki.

Oke, lanjut! Di album ini ada 11 Tracks dan semuanya berbahasa Inggris. Pronounciation nya Mas DarWez ini juga keren, dan saya berani taruhan, seandainya dia masuk kelas Phonology, dia bakal dapat A! Halahh. Saya pun punya beberapa track favorit, misalnya Automatic High. Lagu ini pertama kali saya denger pas di Rolling stone INA, soalnya lagi ada free single, pas didengerin waah.. parah. Semenjak itu saya langsung jatuh hati dan berburu album ini. Lagu ini menceritakan tentang keanehan seseorang saat menjalin pertemanan. Saling berpura pura, menyebar citra, ga natural deh pokoknya. Dan sialnya kita sering melakukan itu, yang lebih parah adalah mereka yang berpura pura baik padahal dibelakang nggosipin bahkan menjelek-jelekkan, duh.. dan kalo sedang dihadapkan pada posisi tersebut i choose to leave and I’m going round and round… tanpa kalian hidup saya akan baik baik saja kok.

Nomor berikutnya, Perfection Will Stab Your Back. Dilagu ini kita seperti sedang mendengarkan sebuah cerita, cerita tentang Jamie dan Sally dengan DarWez sebagai narator utamannya. Jadi begini, kita sering mengharapkan kesempurnaan, dan setelah kita memiliki itu, sadar atau tidak ia akan menusuk kita dari belakang. Iya, mungkin kita merasa baik, mungkin kita merasa nyaman akan itu, tapi sesungguhnya, it will  stab your back. Sebaliknya, kita sering takut menghadapi kesedihan, kegagalan. Meskipun begitu, bukan kah kita punya teman yang selalu mensuport kita? A good friends always behind us.

Ada juga nih lagu lagu bernada galau yang mengombang ambing perasaan hati, ada Wolfie sama Fantasizing. Dua duanya bikin syediiiiih :(

Wolfie, dilagu ini cuma diiringi musik yang pelan, tidak terlalu cepat seperti track track awal. Juga ditambah suara latar yang sendu, bunyinya ”huu uuuuuu…” semacam itu. Tentang perasaan bersalah kita akan seseorang yang kita cintai, apa salah kalau kita mencintai mereka? Kenapa mereka selalu berteriak, padahal kita hanya ingin mereka mendengarkan kata I Love You yang selalu kita berikan untuk dia. *nyesss* tapi kita selalu merasa bersalah, meski kita tidak bersalah. But, i promise i’ll change.

Fantasizing, anggap saja kita adalah Moron and Dumber, kita melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang, melakukan hal hal konyol dan kita sendiri yang tertawa terbahak bahak akan kelakuan kita. Suatu saat kesenangan itu akan hilang, dan kita juga akan sadar. Ditemani petikan gitar dan suara sendu mas DarWez, lagu ini sudah cukup memanaskan mata.

Setelah galau galau, di paling ujung album ada We Are The Stars. Laku pamungkas ini cukup membuat kita kembali in good mood, meskipun masih sendu sendu juga cara nyanyinya, tapi tetep bisa bikin ber-sing along; no matter what we could be loser, cause we are the stars. Sedikit narsis sih lagu ini, semacam self empowerment. Tapi yaa gapapalah. Yah bagaimanapun kita nanti, meskipun kita selalu gagal pada akhirnya kita sadar kalau kita adalah bintang, bagi galaksi kita sendiri, bersama bintang bintang lain yang sama terangnya dengan kita dan bahkan bersama mereka yang berkilau lebih terang, jauh lebih cemerlang dari kita. Haha yang ini mah opini aku aja.

Pers Rilis album tersebut bisa dibaca sendiri di Mari

Sekian.

Malang, 16 February 2014

— 2 months ago with 2 notes

#musik  #Darryl Wezy  #Maze Of Fears  #Review  #ketikan 
Frampton dan Sebuah Les Paul Hitam →

biyubatu:

image

—kalau jodoh ngga akan kemana

Anda ingat Peter Frampton? Dalam salah satu adegan film High Fidelity, Lisa Bonet menyanyikan Baby, I Love Your Way di sebuah bar. Lagu itu dari album Frampton Comes Alive!,album paling sukses Peter Frampton di tahun 1976. Komentar DJ Rob Gordon pada sisi penjaga bar: “Is that Peter fucking Frampton?”

Ada cerita mengharukan perihal Peter dan album tersebut. Bukan soal angka penjualannya di Amerika yang mencapai 6 juta kopi, tapi soal Gibson Les Paul yang ia gunakan selama proses rekaman si album. Les Paul hitam keluaran tahun 1954 yang hilang selama 30 tahun itu akhirnya kembali ke tangan pemiliknya di tahun 2011 lalu.

Kebanyakan dari kita mungkin belum lahir di bulan November 1980. Di bulan itu, Peter bakal manggung di Panama dalam rangka tur Amerika Selatan. Naas, pesawat kargo yang membawa peralatan musik Frampton, termasuk si Les Paul, mengalami kecelakaan dan jatuh di Caracas, Venezuela, sesaat setelah take-off. Peter pasrah semua peralatan panggungnya ikut terbakar. “Aku duduk di restoran dengan istri si pilot yang naasnya tidak selamat. Banyak korban jiwa dan juga peralatan kita…kukira, hilanglah semua.” ujar Peter pada sebuah wawancara dengan NPR[1].

Peter punya ikatan emosional dengan itu gitar. Les Paul 1954 ini unik sekali: warnanya hitam mirip keluaran tahun 1960 karena dicat ulang, neck-nya tipis, sangat ringan—Peter bilang karena dibuat dari kayu mahogany Honduras—dan pick up humbucker-nya yang tiga buah. Gitar itu memang hasil kulikan, bukan perawan baru keluaran Gibson custom shop. Terlebih lagi, Peter mendapatkannya dengan cuma-cuma, alias gratis.

Untuk tahu asal-muasal si Les Paul, kita harus flash-back ke San Fransisco, musim semi bulan April tahun 1970. Peter, bersama Humble Pie grupnya saat itu, jadi pembuka konser tiga hari Grateful Dead di Filmore West. Si gitaris Humble Pie lagi bingung, instrumen yang ia biasa pakai bertingkah. Sewaktu Peter masuk bagian solo, gitarnya feeding-back ribut sekali. Seorang fan bernama Mark Mariana lalu mendekati Peter dan menawarkan bantuan. “Aku punya Les Paul yang dimodifikasi di rumah. Kau mau coba pakai besok?” kata Mark. Peter tak punya banyak pilihan. “Aku ndak pernah cocok pake Les Paul. Tapi kalau sudah begini, aku tak punya banyak pilihan.” ujar Peter mengamini tawaran baik Mark[2].

Ternyata si gitaris lagi ketiban rejeki. Gitar itu, god bless you Peter, cinta pada sentuhan pertama. “Aku kira kakiku tak menjejak tanah ketika bermain malam itu.” Peter mengenang aksi pertamanya dengan si gitar. “Ia gitar terbaik yang pernah kumainkan.” tambahnya lagi[3]. Segera saja ia mengutarakan keinginannya untuk membeli instrumen tersebut pada Mark, si empunya. Menariknya, Mark bilang, gitar pinjaman itu tidak dijual dan untuk Peter saja. Mark Mariana ini sungguh seorang fan dengan cinta sejati, dan Peter pantas bersyukur.

Peter benar-benar jatuh cinta dengan itu gitar. Ia memainkan gitar tersebut dengan berbagai musisi terbaik yang ia temui, termasuk George Harrison dari The Beatles dan bassis John Entwistle dari The Who. Album Frampton Comes Alive! Juga dibuat menggunakan Les Paul dari Mark Mariana tadi. Makanya si gitar muncul di sampul depan artwork itu album ketika dirilis tahun 1976. Peter praktis menggunakannya terus selama satu dekade dari hari pertama di tahun 1970 hingga hilangnya di tahun 1980[4].

Ketika pesawat kargo celaka berisi berbagai peralatan manggung itu jatuh di Caracas di tahun 1980, ia benar terbakar beserta sebagian isinya. Namun, Les Paul milik Peter tidak seutuhnya jadi abu. Ternyata hanya bagian ujung neck-nya yang terjilat si jago merah, dan kemudian gitar itu ada yang mengambil hingga akhirnya berpindah tangan. Entah bagaimana persisnya, gitar itu berakhir di tangan sebuah musisi di pulau Curacao, kepulauan Karibia. Curacao ada di sebelah barat laut Caracas, mungkin kira-kira 450 km kalau kita tarik garis lurus membelah pantai.

Si musisi lokal tidak tahu kalau itu gitar legendaris milik Peter Frampton: si hitam Les Paul dengan tiga humbucker. Ia memainkannya selama nyaris tiga dekade di bar dan hotel di Curacao, tanpa sekalipun curiga dari mana asalnya instrumen yang ia mainkan[5]. Hingga suatu hari dimana ia datang ke seorang tukang gitar bernama Donald Balentina untuk reparasi si Les Paul hitam. Donald yang sehari-hari bekerja di kantor imigrasi Curacao tertarik sekali dengan keunikan gitar milik si musisi lokal tersebut. Jumlah humbucker tiga buah yang tak lazim itu—biasanya edisi Les Paul sunburst cuma ada dua pick up, neck dan bridge, tidak ada yang nyempil di tengah—dan luka bakar di bagian neck, menarik perhatian Donald. Ia jadi curiga kalau, jangan-jangan, ini gitarnya Peter Frampton.

Donald kemudian berkonsultasi dengan seorang penggemar Frampton di Belanda yang meyakinkannya kalau gitar itu memiliki tanda-tanda kemiripan dengan gitar Frampton. Ia juga akhirnya mengirim foto-foto jeroan si Les Paul ke Peter, langsung. Tentu saja Peter kaget, jeroan gitar itu tampak sangat familiar. Pick-up humbucker di gitar itu memang baru saja ia ganti jadi putih, biasanya hitam. Jadi Peter tahu ia tidak dibohongi. Balasan surat Peter membuat Donald makin yakin. Ia kemudian berusaha merayu si musisi lokal agar menjual gitarnya. Dua tahun perjuangan Donal merayu sebelum akhirnya si musisi lokal setuju menjual gitar akibat kepepet butuh duit. Sialnya, gantian Donald yang tak punya duit untuk membeli[6].

Namun Donald tak hilang akal. Ia berhasil merayu Ghatim Kabara, seorang penggemar Frampton yang jadi pejabat di dinas pariwisata Curacao, untuk meminjamkan duit. Mereka berdua akhirnya berhasil membeli si Les Paul dan memutuskan untuk mengembalikan gitar itu ke Peter. “Saya rasa itu tindakan yang sebaiknya dilakukan. Ini gitar milik Peter. Tahun 70an ya tentang gitar ini.” ujar Ghatim dalam sebuah artikel di New  York Times tanpa menyembunyikan fanatisme-nya pada musik Peter[7].

Pucuk dicinta ulam-nya memang bakal tiba. Peter akhirnya menerima kembali gitarnya di kediamannya, Nashville, bulan Desember 2011 lalu. “Selama 30 tahun ia sirna. Ia hilang bagai asap, begitu saja.” kenang Peter dalam sebuah wawancara[8]. Peter kemudian membawa gitar itu ke Gibson custom shopuntuk diperbaiki.

Ia akhirnya memainkan kembali gitar tersebut di sebuah acara di Beacon Theater, New York di bulan Februari tahun 2012. Di video tersebut terlihat jelas fans Peter yang sudah tak sabar menunggu kembalinya si Les Paul legendaris. 

[1] Frampton’s Dream Guitar, Recovered Decades Later, NPR, 7 January 2012.

[2] James C. McKinley Jr, Peter Frampton Reunited with ‘Best Guitar’ After 31 Years, New York Times, 3 January 2012

[3] idem

[4] idem

[5] idem

[6] idem

[7] idem

[8] idem

— 2 months ago with 1 note

#musik  #gibson  #les paul  #peter frampton 
Single Baru dari Zaggle Griff nih jon, The Sun Behind The Rain. Lagu ini diambil dari debut album Cold Sun. 
Pernah dong kita merasa patah hati, udah sakit sendirian pula. Tiba tiba, ketika sedang menyelami melankolia tersebut, ada seseorang yang dengan gampangnya membuat kita melewati semua sakit hati tersebut, seperti matahari sehabis hujan badai petir kilat kilat menyambar, dialah orang yang kita cari. Padahal dia gak ngapa-ngapain tapi bisa membuat hati kita nyesss, adem. Tidak lagi meledak ledak, terkena efek patah hati yang lalu. Tiba tiba lagi, dia menghilang seperti ditelan bumi. Terus gimana? udah terlanjur jatuh hati sama dia nih sejak pertama kali ketemu, dia udah mencuri hati sedari awal loh. Ga bisa ngelupain senyumnya, suaranya, sama tatapan matannya pula.Tapi gapapa deh, biarpun dia bukan milik aku, tapi aku sudah terlanjur cinta, siapapun kamu terimakasih udah bikin aku bahagia lagi. Kamu curang,  you stole me from the start. You are the sun behind the rain. —- 
Kira-kira seperti itulah isi lagu The Sun Behind the Rain, asik kan? makanya langsung aja buru itu single, dan kalau suka jangan lupa beli Album mereka.

more site to go : Zaggle Grif - The Sun Behind The Rain  <—- download dan dengarkan di situ jonski :D

Single Baru dari Zaggle Griff nih jon, The Sun Behind The Rain. Lagu ini diambil dari debut album Cold Sun. 

Pernah dong kita merasa patah hati, udah sakit sendirian pula. Tiba tiba, ketika sedang menyelami melankolia tersebut, ada seseorang yang dengan gampangnya membuat kita melewati semua sakit hati tersebut, seperti matahari sehabis hujan badai petir kilat kilat menyambar, dialah orang yang kita cari. Padahal dia gak ngapa-ngapain tapi bisa membuat hati kita nyesss, adem. Tidak lagi meledak ledak, terkena efek patah hati yang lalu. Tiba tiba lagi, dia menghilang seperti ditelan bumi. Terus gimana? udah terlanjur jatuh hati sama dia nih sejak pertama kali ketemu, dia udah mencuri hati sedari awal loh. Ga bisa ngelupain senyumnya, suaranya, sama tatapan matannya pula.Tapi gapapa deh, biarpun dia bukan milik aku, tapi aku sudah terlanjur cinta, siapapun kamu terimakasih udah bikin aku bahagia lagi. Kamu curang,  you stole me from the start. You are the sun behind the rain. —- 

Kira-kira seperti itulah isi lagu The Sun Behind the Rain, asik kan? makanya langsung aja buru itu single, dan kalau suka jangan lupa beli Album mereka.

more site to go : Zaggle Grif - The Sun Behind The Rain  <—- download dan dengarkan di situ jonski :D

— 2 months ago with 1 note

#musik  #alternative rock  #bandung  #Zaggle Griff  #Single  #cold sun